Berfikir adalah sebuah aktivitas awal yang menggerakkan seluruh aktivitas kemanusiaan. Para filosof adalah manusia-manusia pilihan yang mengabdikan dirinya pada pergulatan keilmuan dan pemikiran yang tiada henti. oleh karena itu ada tiga karakter berfikir yakni Menyeluruh, Mendasar Dan Spekualitif
1. Menyeluruh
Artinya, Pemikiran yang luas karena tidak membataasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu – ilmu lain, hubungan ilmu dengan moral, seni, dan tujuan hidup.
2. Mendasar
Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan. Jadi, tidak hanya berhenti pada periferis
( Kulitnya ) saja, tetapi sampai tembus ke kedalamannya.
3. Spekulatif
Artinya, hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Meskipun demikian, tidak berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, karena tidak pernah mencapai penyelesaian.
Kamis, 01 Februari 2018
KARAKTER BERFIKIR
Berfikir adalah sebuah aktivitas awal yang menggerakkan seluruh aktivitas kemanusiaan. Para filosof adalah manusia-manusia pilihan yang mengabdikan dirinya pada pergulatan keilmuan dan pemikiran yang tiada henti. oleh karena itu ada tiga karakter berfikir yakni Menyeluruh, Mendasar Dan Spekualitif
1. Menyeluruh
Artinya, Pemikiran yang luas karena tidak membataasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu – ilmu lain, hubungan ilmu dengan moral, seni, dan tujuan hidup.
2. Mendasar
Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan. Jadi, tidak hanya berhenti pada periferis
( Kulitnya ) saja, tetapi sampai tembus ke kedalamannya.
3. Spekulatif
Artinya, hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Meskipun demikian, tidak berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, karena tidak pernah mencapai penyelesaian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BERITA NTT.NET
VERSO UNA PIENA PRESENZA
Dear Brothers and Sisters! In anticipation of the forthcoming World Communications Day, I would like to address to you some reflections on...
BERITA
- HASIL WAWANCARA MAHASISWA/I AFIRMASI PAPUA DAN PAPUA BARAT ANGKATAN 2017
- PEDULI KEMANUSIAAN
- PANEN HASIL KERJA DI KOTA RANTAUAN
- PERPISAHAN DAN ULANG TAHUN
- CERPEN
- (tanpa judul)
- ACARA PEMBUBARAN PANITIA PENERIMA MAHASISWA BARU DAN NATAL BERSAMA KELUARGA PAPUA NUSA TENGGARA TIMUR
- ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) KK KUPANG DAN PEMBEBASAN KOLEKTIF KOTA KUPANG- NTT
- (tanpa judul)
- KATA MAKNA DIBALIK BELAJAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
BERITA FOKMAP